Apes, Taruh Uang Di Tungku Dapur, Belasan Juta Terbakar

Magetan, Pewarta – Apes benar nasib nenek Tukinem (75). Akibat lupa, warga RT 01 RW 02 Desa Tunggur, Kecamatan Lembeyan, Magetan ini harus kehilangan uang sebesar Rp 16 juta. Pasalnya, duit belasan juta yang sejatinya akan digunakan untuk membeli sapi itu ikut terbakar saat ia memasak di dapur karena ia lalai menaruhnya di tungku dapur tempatnya biasa memasak.

Ceritanya begini. Senin (19/2) nenek Tukinem yang akrab dipanggil mbah Situk ini diantar menantunya mengambil uang tabungan senilai Rp 16 juta di Bank Jatim Ponorogo. Rencananya, uang tersebut akan digunakan untuk membeli sapi pada keesokan harinya, Selasa (20/2).

Lalu, pada Senin malam mbah Situk mendapat kabar saudaranya meninggal. Ia pun bergegas takziah ke rumah duka bersama keluarga. Sebelum berangkat, karena di rumahnya sering terjadi kehilangan uang, dia berinisiatif untuk menyembunyikan uang tersebut di dalam tungku dapur supaya aman.

Nah, pada keesokan paginya, sekitar pukul 10.00 WIB, Tukimem langsung memasak di dapur. Tidak ingat kalau ia menyimpan uangnya di tungku tersebut. Dengan santai, ia memasak daun singkong di tungku dapur tempatnya menyembunyikan uang Rp 16 juta miliknya.

Nenek Tukinem baru ingat ketika melihat ada kantong plastik yang terbakar. Ia langsung membuka kantong plastik itu, dan terkejut melihat uang senilai Rp 16 juta yang dia simpan di dalam kantong plastik tersebut telah terbakar.

“Hampir semua uang yang dibungkus kantong plastik bersama buku tabungan serta KTP saya habis terbakar, begitu ingat bahwa saya menyimpan uang di tungku, tapi harus bagaimana lagi, pas saya memasak saya lihat bukusan uang  sudah terbakar di tungku tempat saya biasa memasak,” ungkap Tukinem sambil merenungi nasib karena lupa membakar uangnya sendiri.

Akibat kejadian ini, total uang yang masih bisa diselamatkan kurang lebih hanya tersisa Rp 4,2 juta. Rencananya, uang itu akan dibawa ke Bank Indonesia (BI) di Surabaya, untuk ditukarkan dengan yang baru. Sementara, pihak keluarga cuma bisa menghibur sang nenek supaya bersabar dan ikhlas. (ant)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*