Atap Roboh, Siswa SDN 1 Wonokerto Terpaksa Belajar Bergantian

Ngawi, Pewarta – Kondisi atap gedung SDN 1 Wonokerto, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi yang roboh Selasa siang (24/10/2017) lalu, membuat ratusan siswa harus menerima kenyataan pahit. Untuk sementara para siswa terpaksa belajar di kelas secara bergantian.

Pasalnya, atap sekolah tempat mereka belajar normal sehari-hari itu luluh lantah tersapu hujan deras disertai angin kencang. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa yang terjadi saat jam aktif sekolah ini. Namun, seluruh peralatan yang ada di ruang kelas V rusak parah tertimpa material.

“Terpaksa 137 siswa mulai kelas I hingga kelas VI belajar secara bergantian,” kata Kepala SDN 1 Wonokerto, Uji Pur Sucahyo.

Uji Pur menceritakan peristiwa berawal saat proses belajar mengajar sedang berlangsung di sekolah. Mendadak guru dan para siswa dikejutkan oleh suara gemuruh dari salah satu ruang kelas yang lama tak terpakai karena kondisinya memang mengkhawatirkan.

Seluruh siswa dan guru langsung panik lari berhamburan keluar kelas. Ternyata atap ruang kelas mereka sudah roboh di bagian atapnya. Diduga, atap itu roboh akibat diguyur hujan deras yang mengguyur malam sebelumnya.

Robohnya atap ruang kelas yang dibangun belum genap 10 tahun itu membuat proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah ini dilaksanakan secara bergantian dengan memanfaatkan ruang kelas yang masih layak digunakan.

“Karena seluruh ruang kelas yang ada kondisinya rusak. Bahkan, sebagian siswa harus belajar di lantai perpustakaan,” katanya.

Sebenarnya, lanjut Kasek, keterbatasan ruang kelas karena rusak sudah sejak tahun 2016 lalu. Pihak sekolah sudah tiga kali mengajukan perbaikan ke Dinas Pendidikan Kabupaten Ngawi, namun hingga sekolah itu roboh tak kunjung ada perbaikan.

“Pihak sekolah hanya bisa berharap segera ada perbaikan,” pungkas Kasek. (yun/brm)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*