Lantaran Tidak Angkat Telepon, Istri Tewas di Tangan Suami

November 16, 2017 redaksi pewarta madiun 0

Jakarta, Pewarta – Malang nian nasin Dewi Sinta, yang tewas mengenaskan di tangan Agus suaminya sendiri, hanya lantaran persoalan sepele yang membuat suaminya menjadi murka dan kalap. Peristiwa jahanam itu terjadi saat malam semakin mencekam bagi Dewi yang tidak disangkanya tidak menjawab telepon suami, membuat nyawa wanita muda itu terbang ke alam lain, Selasa (14/11/17). Hal tersebut diungkapkan Polisi usai Agus dicokok dan dimintai keterangan secara marathon. “Suaminya emosi karena memang biasanya pulang dijemput terus. Pas ditelepon enggak diangkat-angkat. Suaminya marah dan ketika sampai di tempat kejadian perkara (TKP),” kata ( Baca selengkapnya..)

KPK Periksa Airin Rachmi Walikota Tangerang Selatan

November 16, 2017 redaksi pewarta madiun 0

Jakarta – KPK meminta keterangan Wali Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten, Airin Rachmi Diany dalam penyelidikan dugaan korupsi. “Saya belum bisa menyampaikan informasi karena proses perkara ini belum di tingkat penyelidikan, yang bisa dikonfirmasi memang ada kebutuhan klarifikasi yang bersangkutan terkait penanganan perkara,” ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Selasa (14/11/17). Airin yang menjalani permintaan keterangan sejak sekitar pukul 08.30 sampai 17.30 WIB itu juga tidak menjelaskan mengenai kedatangannya di KPK. “Tanya penyidik ya,” kata Airin yang mengenakan kemeja putih tersebut sambil masuk ke mobilnya. Bila proses ( Baca selengkapnya..)

Kasus NJOP Reklamasi, Djarot ‘Terseret’ dan 20 Anggota DPRD DKI Akan Diperiksa Polisi

November 16, 2017 redaksi pewarta madiun 0

Jakarta – Dugaan korupsi penetapan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) pulau reklamasi C dan D di Teluk Jakarta, yang tengah digarap kepolisian, disebut-sebut menyeret beberapa nama pejabat Pemprov DKI yang terindikasi terlibat. Sebanyak 20 anggota Komisi C DPRD DKI juga akan diperiksa. Sementara itu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengisyaratkan akan memeriksa mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan mantan Wagub Djarot Saiful Hidayat. Pemeriksaan ini terkait dugaan suap dalam proyek itu. Proses penyidikan kasus dugaan korupsi penetapan NJOP pulau C dan D di Teluk Jakarta semakin dalam. Pada ( Baca selengkapnya..)

Nah loh, KPK Buka Rekaman Johannes Marliem Ungkap Duit Rp 60 M untuk Setnov

November 16, 2017 redaksi pewarta madiun 0

Jakarta – Jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi membuka rekaman percakapan antara mantan pejabat Kementerian Dalam Negeri, Sugiharto, dan Direktur Biomorf Johannes Marliem. Dalam rekaman tersebut terungkap ada duit dari proyek pengadaan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP), yang diperuntukkan untuk Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Setya Novanto. “Permintaan uang untuk Andi. Andi untuk bosnya, Setya Novanto. Pokoknya belum pasti, tapi yang jelas, kalau bisa Rp 100 miliar,” kata Sugiharto dalam sidang lanjutan korupsi e-KTP dengan terdakwa Andi Agustinus di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta Pusat, Senin, 13 November 2017. Sugiharto menjelaskan, ( Baca selengkapnya..)

1 x 24 Jam Setya Novanto Tidak Serahkan Diri Masuk Daftar DPO

November 16, 2017 redaksi pewarta madiun 0

Jakarta, Pewarta- KPK meminta agar Ketua DPR Setya Novanto, tersangka perkara dugaan tindak pidana korupsi e-KTP, dalam dalam 1 x 24 jam menyerahkan diri. Jika tidak, lembaga antirasuah itu akan menaikkan status Novanto masuk daftar DPO (daftar pencarian orang). Hal ini dilakukan karena Ketua Umum Partai Golkar itu tidak kooperatif dalam menjalani proses hukum di KPK. Saat ini KPK memburu Novanto, karena saat akan dijemput paksa tidak berada di kediamannya baik di rumah pribadinya di Jl Wijaya, Kebayoran Baru maupun di rumah dinasnya di Komplek Widya Chandra, Jakarta Selatan. KPK ( Baca selengkapnya..)

Polri Tangkap Terduga Teroris Incar Presiden

September 22, 2017 redaksi pewarta madiun 0

JAKARTA, Pewarta – Petugas kepolisian menangkap terduga teroris IM, 32 tahun di area Bandara Penggung, Kota Cirebon, tempat Presiden Joko Widodo mendarat, Senin 18 September pukul 14.15 WIB. Polisi masih menyelidiki dugaan pria yang tersebut kemungkinan terlibat dalam jaringan teroris. “Masih harus diperiksa, 7×24 jam untuk menentukan apa yang bersangkutan betul sebagai tersangka teroris atau bukan,” kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto kepada wartawan, Selasa (19/09/17). Polisi mencurigai IM yang membawa tas ransel hitam yang isinya Air Soft Gun, pisau komando, bom molotov dari botol berisi bensin, ( Baca selengkapnya..)