Tanpa Sebab Pasti, Warga Kendal Nekat Gantung Diri

November 21, 2017 redaksi pewarta madiun 0

Ngawi, Pewarta-Madiun.Net – Entah apa yang terlintas di benak Suyatim, warga Dusun Tanon RT 05 RW 03 Desa Sidorejo, Kecamatan Kendal, Ngawi ini. Tanpa sebab yang jelas, laki-laki 37 tahun ini nekat mengakhiri hidup dengan cara gantung diri. Informasi yang dihimpun, kejadian berawal saat Suyadi, saksi kejadian, hendak pergi ke sawah, Selasa (21/11/2017) sekitar pukul 13.45 WIB. Namun, langkah Suyadi terhenti karena melihat korban sudah dalam posisi tergantung dengan seutas tali nilon di pohon Lamtoro. Karena kaget, Suyadi lalu memberitahu warga dan kejadian tersebut dilaporkan ke Polsek Kendal. “Setahu saya, ( Baca selengkapnya..)

Tipu Pencari Kerja, Pemuda Asal Kota Madiun Dicokok Polisi

November 20, 2017 redaksi pewarta madiun 0

Magetan, Pewarta – Aris Triyono,36, warga Jl. Pelanggeni RT 16, RW 06, Perum Josenan, Kota Madiun diamankan aparat Polres Magetan. Tersangka ditangkap atas tuduhan melakukan tindakan penipuan. Dengan berlagak sebagai perekrut pekerjaan, tersangka meminta korban membayar uang jaminan sebesar Rp 10 juta dengan iming-iming akan diterima bekerja di pabrik kereta api Madiun. Alih-alih mendapat kerja, eh malah korban kena tipu. Karena tak kunjung ada kabar, korban geram dan melaporkan tersangka ke Polres Magetan. Kasubbag Humas Polres Magetan AKP Suyatni mengatakan, tersangka berhasil dibekuk di sebuah rumah di Desa Sukomoro RT ( Baca selengkapnya..)

Hilang 4 Hari, Remaja Sidolaju Ditemukan Tak Bernyawa

November 19, 2017 redaksi pewarta madiun 0

Ngawi, Pewarta-Madiun.Net – Tim Basarnas berhasil menemukan jenazah Ahmad Muhadi (14) warga Dusun Dlaju, Desa Sidolaju, Kecamatan Widodaren, Ngawi yang dinyatakan hilang terseret derasnya arus Bengawan Solo pada Kamis (16/11/2017) lalu sekitar pukul 15.30 WIB. Informasi yang dihimpun, mayat korban berhasil dievakuasi setelah adanya laporan masyarakat sekitar yang melihat sesosok mayat mengapung di sekitar jembatan Sonde, Desa Bangunrejo Lor, Kecamatan Pitu, Ngawi, pada Minggu (19/11/2017), sekitar pukul 12.25 WIB. Kapolsek Widodaren AKP Juwahir melalui via seluler membenarkan kabar penemuan mayat Ahmad Muhadi. Korban berhasil ditemukan setelah tim Basarnas maupun petugas ( Baca selengkapnya..)

TKI Asal Ngawi Meninggal di Taiwan

November 19, 2017 redaksi pewarta madiun 0

Ngawi, Pewarta – Seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) bernama Panti berusia sekitar 32 tahun asal Dusun Balong, RT 01/RW 07 Desa/Kecamatan Gerih, Ngawi dikabarkan meninggal di Taiwan. Panti adalah anak ketiga dari pasangan Senin dan Jami yang sudah dua tahun bekerja di Taiwan. Salah seorang kakak korban, Kamino, mengatakan kabar meninggalnya Panti diterima dari PT Barkahayu Safarindo yang beralamatkan di Desa Kuwon, Kecamatan Karas, Magetan selaku PJTKI yang memberangkatkan Panti. Keterangan pihak PT menyebutkan, Panti meninggal terjatuh dari lantai 11 apartemen tempat majikannya yang terletak di kawasan Taichung City-Taiwan, Sabtu ( Baca selengkapnya..)

Sisir Bengawan Solo Tim SAR Gabungan Lanjutkan Pencarian Remaja Sidolaju

November 18, 2017 redaksi pewarta madiun 0

Ngawi, Pewarta – Pencarian terhadap Ahmad Muhadi yang hilang saat mencari ikan di sungai bengawan Dlaju, Sidolaju, Widodaren, Ngawi, Kamis (16/11/2017) kembali dilakukan. Tim SAR gabungan terus bergerak mencari remaja 14 tahun asal Sidolaju RT 06/07 itu dengan menyisir sepanjang aliran sungai Bengawan Solo. Hari kedua operasi SAR melibatkan personel dari berbagai unsur yaitu BPBD Ngawi, Basarnas Trenggalek, GMR Ngawi, personil TNI dan Polres Ngawi, dibantu relawan dan masyarakat. “Pencarian hari ke 2 dilakukan Tim SAR gabungan di bengawan Solo. Melibatkan 24 personel dan 3 unit perahu karet,” rilis BPBD ( Baca selengkapnya..)

Puluhan Warga Sampung Wadul Dewan Tuntut Tambang Gamping Dibuka Kembali

November 17, 2017 redaksi pewarta madiun 0

Ponorogo, Pewarta – Puluhan warga Desa/Kecamatan Sampung, Ponorogo berunjuk rasa di depan gedung DPRD Ponorogo, Jum’at (17/11/2017). Sambil membawa puluhan spanduk, massa yang merupakan para penambang tradisional berorasi dan menuntut Pemkab Ponorogo memperhatikan nasib warganya dengan membuka kembali tambang batu gamping yang ada di desa tersebut. Pasalnya, tambang yang menjadi tempat mata pencaharian warga Sampung itu sudah dua minggu ditutup. Sejak penutupan tambang, warga mengaku kehilangan pekerjaan dan kebingungan memenuhi kebutuhan hidup. Anehnya, sejak tambang ditutup tiba-tiba saja berdiri pabrik pengolahan gamping lengkap dengan beberapa alat berat backhoe beroperasi di ( Baca selengkapnya..)