Dua Pengecer Tertangkap Aparat Polres Magetan Kini Memburu Sang Bandar

Magetan, Pewarta – Ingin untung tapi malah buntung. Itulah yang dialami Arif Subagiya (39) warga Desa Malang, Kecamatan Maospati dan Kuslan (48) warga Desa Bedagung, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan.

Alih-alih bisa mendapat penghasilan tambahan untuk membantu kebutuhan sehari-hari, keduanya malah harus berurusan dengan aparat penegak hukum Polres Magetan karena bertransaksi judi togel.

Tersangka Kuslan ditangkap Minggu 15 Oktober 2017 sekitar pukul 17.00 WIB. Kuslan diamankan beserta barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp 289.000, satu buah handphone (HP) warna hitam, satu lembar kertas rekapan togel, dan satu buah bolpoin.

“Buat nambah kebutuhan sehari-hari,” kilahnya.

Sedangkan tersangka Arif ditangkap di sebuah warung di Desa Karas, Kecamatan Maospati, Selasa 17 Oktober 2017 sekitar pukul 22.15 WIB.

Dari tangan Arif, aparat mengamankan barang bukti berupa satu lembar rekapan angka judi togel, satu bendel paito, satu buku 1000 tafsir mimpi, satu buah kotak kecil yang berisi sobekan kertas togel, dan satu buah tas kecil berisi uang Rp 1,5 juta.

Kepala Penerangan Polres Magetan AKP Suyatni mengatakan kedua tersangka berperan sebagai pengecer yang melayani para penombok untuk pembelian angka judi togel.

Keduanya dijerat dengan pasal 303 KUHP tindak pidana perjudian jenis togel dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara atau denda maksimal Rp 25 juta.

Terkait kepada siapa kedua tersangka menyetorkan hasil judi togel tersebut, AKP Suyatni mengatakan saat ini pihaknya sudah mengantongi nama bandar yang disetori oleh kedua tersangka dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Magetan.

“Kami sudah mengetahui identitas bandar yang disetori kedua tersangka. Keberadaannya sudah diketahui dan petugas sedang memburunya,” pungkasnya. (har/brm)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*