Ngaku Anggota, Dua Begal Motor Dibekuk Aparat Polres Ngawi

Ngawi, Pewarta – PR (39) warga Desa/Kecamatan Widodaren, Ngawi, Jawa Timur dan AD (25) asal Desa Ngarum, Kecamatan Ngrampal, Sragen, Jawa Tengah harus bersiap menginap di hotel prodeo dalam kurun waktu yang cukup lama. Kedua begal motor itu dijerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara.

Kapolres Ngawi AKBP MB.Pranatal Hutajulu dihadapan wartawan mengatakan, aksi yang dilakukan kedua pelaku memang dalam kategori pencurian dengan cara mengalihkan perhatian terhadap sasaran.

“Saat melakukan aksi itu kedua pelaku baik PR maupun AD mengaku sebagai anggota. Terkait itu kita masih mengembangkan lebih lanjut. Akan tetapi untuk kejahatannya itu memang kita jerat dengan Pasal 363 KUHP,” terang Kapolres, Selasa (20/2/2018).

Tersangka PR sempat kabur 3 bulan lamanya sejak melakukan aksi kriminal di atas jalan tol masuk Dusun Kenteng, Desa Pengkol, Kecamatan Mantingan, Ngawi tepatnya pada Sabtu 14 Oktober 2017.

Namun Satreskrim Polres Ngawi berhasil membekuk yang bersangkutan ketika bersembunyi dirumah mertuanya Dusun Widodaren Kidul, Desa/Kecamatan Widodaren, Ngawi pada Senin (5/2/2018) sekitar pukul 17.00 WIB.

Sedangkan AD yang sebelumnya menjadi DPO akhirnya pasrah dihadapan petugas Satreskrim Polres Ngawi saat digerebek dilokasi persembunyiannya di Desa Makmur, Kecamatan Satui, Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan pada Minggu (11/2/2018), sekitar pukul 14.19 WITA.

Penangkapan terhadap PR maupun AD setelah diduga melakukan aksi pembegalan motor milik Mita Elsiana (16) pelajar asal Dusun Pepean, Desa Sidomulyo, Kecamatan Ngrambe, Ngawi.

Saat kejadian tersebut korban bersama temannya bernama Fajar jalan-jalan menggunakan sepeda motor jenis Honda Beat nopol AE 3686 MJ dan berhenti di kawasan proyek tol di sekitar Dusun Kenteng. Tiba-tiba korban didatangi dua orang tak dikenal yang mengaku sebagai anggota yang tengah melakukan operasi obat-obatan terlarang.

Kedua orang tersebut langsung meminta untuk menyerahkan handphone milik Mita maupun Fajar. Karena takut ada yang salah, Mita pun menyerahkan handphone miliknya jenis Samsung Galaxi V kepada kedua pelaku demikian juga Fajar handphone merk Nokia Lumia.

“Setelah berhasil meminta dua handphone milik korban dan saksi, pelaku juga meminta kunci sepeda motor milik korban. Setelah itu kedua pelaku membonceng Mita maupun Fajar yang katanya akan dibawa ke kantor polisi,” terang Kapolres Ngawi.

Dijelaskan, untuk memulai aksi kedua pelaku membawa korban maupun saksi putar-putar di kawasan tol tersebut. Lalu, di tengah perjalanan Mita dan Fajar disuruh turun dari sepeda motor dan dihukum lari-lari. Karena merasa takut keduanya pun menuruti permintaan para pelaku untuk lari-lari di lokasi kejadian. Kesempatan itu dimanfaatkam kedua pelaku untuk membawa kabur sepeda motor milik korban. (pr/ant)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*