Nyatakan Sampung Kondusif, Ratusan Warga Geruduk Kantor DPRD Ponorogo

Ponorogo, Pewarta – Polemik tambang batu gamping yang dikelola Perusahaan Daerah Sari Gunung di kawasan Sampung terus berkepanjangan. Hingga menimbulkan situasi Desa Sampung saat ini kurang kondusif dikarenakan adanya ulah beberapa pihak yang menyalah interpestrasikan terkait kondisi sampung.

Hal inilah yang membuat warga asli Desa Sampung yang tergabung dalam Forum Masyarakat Peduli Sampung (FMPS) tergerak hatinya dan melakukan aksi damai di depan kantor DPRD Kabupaten Ponorogo, Jum’at (12/1).

Aksi long march dimulai dari depan kantor balai desa Sampung menuju kantor DPRD Ponorogo dan diikuti sekitar seratus warga.

Dalam aksinya, ratusan warga Sampung yang dikomandani Anom melakukan orasi di depan kantor wakil rakyat kota reyog yang berada di kawasan Alun-Alun timur tersebut.

“Kami hanya ingin klarifikasi bahwa Sampung itu aman dan makmur tidak seperti yang diperbincangkan banyak orang selama ini,” ujar Anom mengawali orasinya.

Ia menjelaskan, saat ini warga asli Sampung terutama sekitar lokasi tambang batu gamping merasa kecewa dan tidak rela atas adanya pemberitaan yang dipelintir.

“Apa yang kami sampaikan ini benar-benar mewakili warga asli. Yang jelas kami ini kecewa, seolah-olah warga kami ini benar-benar tidak bisa bisa makan, padahal tidak seperti itu faktanya,” jelasnya.

Tragisnya, warga Sampung ada yang dikirimi beberapa karung pakaian bekas dan sembako. Inilah yang membuat warga kecewa dan merasa dipermainkan oleh pihak-pihak yang hendak memanfaatkan dan membuat gaduh dengan adanya permasalahan di Sari Gunung.

Sementara itu, Sulistyo yang merupakan warga asli sekitar lokasi tambang batu gamping menegaskan bahwa dirinya dan warga lainnya berharap agar masyarakat tidak ikut ambil pusing dengan adanya permasalahan saat ini.

“Saya pribadi dan warga Sampung lainnya tidak pro atau pun kontra dengan Sari Gunung, namun kami akan tetap mendukung apapun kebijakan pemerintah daerah Ponorogo,” tegas Mbolo, sapaan akrabnya.

Dirinya berharap, jika nantinya pemerintah daerah melalui PD. Sari Gunung mengoperasikan kembali tambang batu gamping, harus bisa memajukan dan menyejahterakan masyarakat Sampung.

“Sebagai warga negara, kami tunduk dan patuh terhadap pemerintahan yang sah. Dengan segala kebijakan terhadap Sampung mau dikelola seperti apa, monggo,” imbuh Sulistyo.

Disisi lain, aksi damai berlangsung aman dan terkendali. Meski demikian, puluhan aparat dari kepolisian resort Ponorogo tetap berjaga dan mengawal jalannya aksi hingga usai.

Aspirasi masyarakat Sampung ini diterima oleh Wakil Ketua DPRD Anik Suharto dan beberapa anggota dewan lainnya. Warga diajak audensi di aula DPRD, guna menyelesaikan permasalahan ini.

Anik menanggapi apa yang disampaikan oleh warga. Ia berjanji akan membantu menyelesaikan apa yang menjadi keluhan warga Sampung.

“Perlu diketahui, untuk proses perijinan tambang batu gamping sudah di proses. Tanggal 3 Januari kemarin ijin sudah turun. Nanti pada pertengahan bulan ini akan disosialisasikan kepada warga terkait ijin yang sudah ada dan tentunya PD. Sari Gunung akan beroperasi lagi, dan kami harapkan warga sekitar bisa kembali bekerja,” tutur Anik saat audensi.

Dengan turunnya ijin penambangan tersebut, warga meminta agar diadakan sosialisasi dan mendatangkan semua elemen. Sehingga dapat berkumpul dalam satu forum di Sampung.

Selain itu, warga juga berharap Sari Gunung lebih maju, nantinya bisa memberikan kontribusi yang besarn untuk warga Sampung. Tanpa mengenyampingkan mitra-mitra di sekitar tambang batu gamping. (jar)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*