Pembunuhan Sadis Kawedanan, Polisi Tangkap Suami dan Keponakan Korban

Tersangka saat ditangkap

Magetan, Pewarta – Teka-teki dibalik siapa pelaku penganiayaan keji yang menyebabkan Sukarmi (40) warga RT 15 RW 3 Dusun Gandek, Desa/Kecamatan Kawedanan, Magetan akhirnya terkuak. Polisi menetapkan Dwi Wahyuni Indraningtiyas (keponakan korban) dan Darto (suami korban) sebagai tersangka.

Penangkapan keduanya dipimpin Kasat Reskrim Polres Magetan AKP Suyatni dan Kapolsek Kawedanan AKP Gangsar. Dalam tempo tak sampai 24 jam dengan petugas yang terus memburu keberadaan kedua tersangka yang kabur menggunakan sepeda motor Honda Vario warna hitam saat malam kejadian, berhasil menangkap keduanya, Sabtu (13/1/2018) sekitar pukul 10.30 WIB.

Kasat Reskrim Polres Magetan AKP Sukatni mengatakan, setelah dilakukan pemeriksaan, tersangka Dwi Wahyuni mengaku memukul wajah korban berulang kali hingga berdarah-darah.

Kemudian dengan menggunakan sisir, Yuni menusuk-nusukan sisir kedalam mulut dan kedua mata Sukarmi. Mulut korban juga ditusuk-tusuk dengan menggunakan kayu usuk sehingga korban meronta kesakitan.

Kemudian, Yuni menyuruh Darto untuk mengambilkan palu yang berada di bawah tempat tidur lalu dipukulkan ke area wajah korban hingga mengakibatkan gigi dan hidung korban remuk dan masuk ke dalam. Tak hanya itu, kemaluan, leher dan dada korban juga diinjak.

Sementara tersangka Darto, bertugas memegangi kedua kaki dan tangan korban serta mengambil palu yang berada di bawah tempat tidur, kemudian memukulkannya ke sisir yang sudah di mulut korban hingga masuk ke dalam tenggorakan sehingga gigi depan korban lepas 6 biji.

“Setelah korban meningal dunia mayat ditutupi dengan karpet dan tikar dan ditinggal pergi,” tambahnya.

Dari hasil olah TKP, petugas mengamankan beberapa barang bukti berupa 1 buah batu, 1 batang kayu dengan panjang 1,5 meter ada bercak darah, 1 satu baju panjang, satu sarung, sebuah palu, satu kaos pendek warna hitam.
6 gigi, dan baskom dari alumunium.

Kasat Reskrim menambahkan tersangka mengaku melakukan tindakan tersebut karena ingin mesucikan korban sesuai keyakinan yang dianut oleh tersangka.

“Menurut tersangka, untuk mensucikan korban dari dosa-dosa yang pernah diperbuat, dilakukan melalui indra-indra korban,” pungkasnya.

Sementara Kasubag Humas Polres Magetan AKP Suyatni yang dihubungi via seluler Sabtu (13/1) malam mengatakan petugas masih terus melakukan penyelidikan terkait motif kasus ini.

“Keduanya (Yuni dan Darto.Red) sudah mengakui perbuatannya. Kami terus lakukan penyelidikan lebih lanjut,” ujarnya.

Sedangkan jenazah Sukarmi saat ini sudah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) desa setempat setelah diotopsi di RS Sayyidiman Magetan. (ant/red)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*