Pengamat: Memalukan, Pasukan Perdamaian Indonesia di Sudan Selundupan Senjata

Darfur –  Di tempat kerjanya, Sugeng Triwardono mengatakan “Memalukan negara saja, pasukan perdamaian Indonesia bertugas di negara Sudan menyelundupkan senjata dan mineral berharga tertangkap oleh aparat berwajib di Bandara Al-Fashir. Panglima TNI perlu meninjau kembali kinerja pasukan perdamaian Indonesia di berbagai negara. Bagaimanapun jua serdadu  Indonesia di percaya langsung oleh UN (United National) membawa misi sebagai pasukan perdamaian di negara lain.

Sekali lagi tindak tegas oknum serdadu yang terlibat melakukan penyelundupan , berikan sangsi tegas kalau perlu pecat dari institusi TNI,  sudah merusak nama Indonesia di mata dunia Internasional ketus Sugeng Triwardono Pengamat Militer Nusantara.

Ini buktinya pembaca setia pewarta-indonesia pasukan perdamaian Indonesia di negara Sudan  tertangkap oleh aparat berwajib di bandara Al-Fashir menyelundupan senjata, amunisi serta beberapa mineral berharga.

Dilansir dari Sudan Tribun ,Senen (23/1-17) Pemerintah Negara Bagian North Darfur menangkap sejumlah Tentara Nasional Indonesia (TNI)   tergabung dalam pasukan perdamaian PBB (UNAMID).

Mereka ditangkap karena berupaya menyelundupkan senjata saat hendak meninggalkan Bandara Al Fashir, Sudan.
Pasukan gabungan UNAMID dikerahkan di Darfur sejak Desember 2007 dengan mandat untuk menghentikan kekerasan terhadap warga sipil. UNAMID adalah pasukan internasional terbesar kedua yang diterjunkan dengan personel mencapai 20 ribu tentara dan anggaran dana sebesar USD1,35 miliar (setara Rp18 ribu triliun).

Direktur Imigrasi Bandara Asim Hamid menyebut timnya berhasil menyita 29 pucuk senapan serbu Kalashnikov, empat pucuk pistol, enam pucuk pistol GM3, dan 61 pucuk pistol dengan varian berbeda di samping sejumlah amunisi. Ia memuji langkah timnya yang berhasil menggagalkan penyelundupan senjata tersebut.

Dalam keterangan tertulis, UNAMID mengonfirmasi penangkapan tentara Indonesia di Khartoum, Sudan. Pasukan gabungan dari beberapa negara itu menuturkan sejumlah senjata dan material terkait militer ditemukan oleh aparat keamanan dari UNAMID di konter check-in bagasi selama proses pergantian kontingen di Bandara Al Fashir.

Hasab al-Nabi mengatakan sejumlah tentara tersebut membawa senjata dan amunisi secara ilegal. Pemerintah Negara Bagian North Darfur akan mengambil langkah hukum yang diperlukan dan sisanya akan diserahkan kepada pemerintah pusat, Kementerian Luar Negeri, dan badan terkait. UNAMID sendiri berjanji kepada otoritas Sudan untuk melakukan penyelidikan menyeluruh.

Wakil Gubernur North Darfur, Mohamed Hasab al Nabi, mengatakan aparat keamanan di bandara menyita sejumlah besar senjata AK 47 beserta amunisinya, serta mineral bernilai tinggi yang diketahui milik pasukan UNAMID, Kamis 19 Januari 2017.( Didi Ronaldo )

 

pewarta-indonesia.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*