Pengamat : Puluhan tahun Intelijen Asing Beroperasi di Indonesia, Intelijen Korut RGB Berkedok Restoran

Jakarta Kami mencurigai beberapa orang warga negara Indonesia berprofesi sebagai Intelijen asing.

Seperti yang dialami oleh wartawan Pewarta-Indonesia, kemana selalu di ikuti, saat kami kejar kabur.

Dari pantauan wartawan ini,kendaraannya Honda Jazz warna baju seragam pakaian Auri atau biru muda. Toyota Ayla, CR V, kendaraan mobil Box perusahaan rokok, Ayla hitam BM 1914 xx, BM 1327 xx di duga nomor polisi palsu.

Kendaraan selalu gonta-ganti, ciri-ciri pelaku pertama sudah tua, tinggi 160 cm , gigi agak bemo, rambut lurus, tinggi 160 cm, penampilan necis, sering mengenakan kemeja putih.

Pelaku kedua tinggi tegap 173 cm, kulit agak hitam, wajah lonjong, hidung agak mancung, rambut sisir kesamping, usia  sekitar 50-60 tahun .  Serta beberapa orang oknum wanita berprofesi sebagai intelijen asing.

Ada dugaan lembaga telik sandi Korea Utara merekrut Siti Aisha, sang pembunuh AbangTiri Presiden Korea Utara Kim Jong Un . RGB adalah lembaga telik sandi badan intelijen Korea Utara. Langsung di bawah pengawasan pemimpin tertinggi dan berkantor pusat di ibu kota Pyongyang.

seperti  Lembaga Intelijen Indonesia BIN, Lembaga intelijen Amerika Serikat CIA  maupun FSB.

Menurut sumber yang dekat dengan dunia intelijen, seperti dikutip situs The Star, Jumat, 17 Februari 2017, Korea Utara membidik tiga negara di Asia Tenggara sebagai wilayah operasi. Ketiga negara tersebut adalah Indonesia, Malaysia dan Singapura.

“Mereka (Korea Utara) punya jaringan mata-mata terbesar di ketiga negara ini,” kata sumber yang enggan dibuka identitasnya.

Ditempat kerjanya, Sentot Sutisna Mengatakan Intelijen Korea Utara sudah beroperasi di Malaysia, Singapura dan Indonesia sejak 20 tahun lalu. Menurut sumber intelijen, operasi intelijen Korea Utara (RGB) di tiga negara Asia Tenggara ini merupakan yang  terbesar di luar Korea Utara. Di Indonesia, intelijen Korea Utara disebut berkedok restoran . Kami meminta kepada aparat keamanan menangkap warga negara Indonesia berprofesi sebagai Intelijen asing, serta segera menangkap intelijen asing beroperasi di Indonesia  “ ketus  Sentot Sutisna Pengamat Intelijen Internasional.

Ini buktinya pembaca setia Pewarta-Indonesia.

Malaysia, Indonesia, dan Singapura menjadi pilihan utama RGB dalam mengelola operasi rahasia negara itu.

RGB berada di bawah Departemen Keamanan Negara Korea Utara atau Departemen Keamanan dan membuat laporan langsung kepada pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un.

Dalam melakukan aktivitas intelijennya, RGB melakukan penyamaran dengan bekerja sebagai insinyur, konsultan teknis dalam industri konstruksi, dan mengelola restoran Korea.

“Mereka menggunakan restoran sebagai tempat mengumpulkan informasi intelijen dan pengawasan, menyasar politisi, diplomat,  perusahaan dan pengusaha Jepang serta Korea Selatan yang datang berkunjung atau bekerja di negara ini,” kata sumber terpercaya itu, seperti yang dilansir AsiaOne pada 17 Februari 2017.

Di Indonesia, sang sumber mengatakan bahwa RGB juga diketahui mengelola pabrik tekstil di beberapa kota besar Indonesia termasuk Jakarta.  RGB juga menjalankan tugas intelijennya dengan berkedok restoran di Jakarta.

“Satu dari tempat di atas restoran Korea Utara yang berada di tengah Jakarta, merupakan kantor RGB Indonesia,” katanya.

Untuk mendanai jaringan itu, sang sumber yang identitasnya dirahasiakan mengatakan RGB terlibat dalam penyelundupan narkoba. RGB pernah berusaha menyelundupkan 125 kilogram heroin ke Australia melalui Pong Su, sebuah kapal komersial pada 2003, namun gagal.

Penyelidikan kasus penyelundupan heroin tersebut oleh polisi Australia menyebutkan RGB menggunakan Pelabuhan Klang sebagai tempat transit untuk menyembunyikan obat terlarang itu.

RGB juga menggunakan Malaysia pada awal tahun 2000 sebagai satu dari tujuan untuk mengubah sandi bahan kimia terlarang, yang digunakan untuk membuat gas saraf ke Pyongyang melalui Cina. {didi}

 

 

pewarta-indonesia.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*