Perempuan Paruh Baya Ditemukan Meninggal Dunia Mengenaskan, Suami dan Keponakan Tak Jelas Rimbanya

Magetan, Pewarta – Warga RT 15 RW 3 Dusun Gandek, Desa/Kecamatan Kawedanan, Magetan digemparkan dengan penemuan mayat Sukarmi (45) yang merupakan warga desa setempat pada dalam kondisi mengenaskan pada Juma’t (12/1/2018) sekitar pukul 18.30 WIB.

Informasi yang dihimpun, korban tinggal di rumah tersebut bersama suaminya yang bernama Sudarto dan anaknya bernama Rahmad. Rumah korban berdekatan dengan keponakannya bernama Yuni (28) yang mengalami trauma kejiwaan sepulang dari Taiwan menjadi TKW.

Suparno, salah seorang saksi mengatakan, kecurigaan bermula saat kejadian sore sekitar pukul 15.00 WIB, keluarga korban disekap Yuni dirumahnya. Kemudian, ada famili yang berinisiatif keluarga korban diungsikan ke kerabatnya yang ada di Ngawi karena khawatir terjadi sesuatu. Pasalnya, sejak seminggu yang lalu Yuni sering berteriak-teriak dan mengamuk.

Namun saat diungsikan, Sukarmi tidak ada tanpa diketahui dimana. Lalu, warga berinisiatif untuk mencari keberadaan Sukarmi. Dan menemukan korban sudah meninggal dunia.

“Warga mendobrak pintu rumah Sukarmi dan menemukan dia sudah tergeletak di lantai dengan wajah dan tubuhnya ditutup karpet usang,” kata Suparno, ketua lingkungan setempat.

Suparno mengatakan awalnya warga tidak berani mendobrak pintu rumah korban. Karena takut keponakan korban mengamuk. Pasalnya sejak seminggu sebelum kejadian, Yuni sering berteriak-teriak seperti orang kesurupan.

“Pas Yuni keluar bersama Sudarto naik sepeda motor Vario, warga baru berani mendobrak pintu rumah Sukarmi, dan menemukan dia (korban-red) sudah meninggal dunia,” terangnya.

Kapolres Magetan AKBP Muslimin mengatakan kondisi jenazah korban terdapat bekas pukulan benda tumpul pada area wajah. Giginya rontok dan bonyok kedalam. Juga ditemukan luka lain di tangan kiri akibat benda tumpul.

“Dugaan awal pembunuhan, namun untuk lebih detail menunggu hasil visum. Saat ini petugas masih mengumpulkan alat bukti dan keterangan para saksi,”

Dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), petugas mengamankan baju-baju korban serta sebuah martil dan balok kayu berukuran sekitar 4×6 dengan panjang sekitar 1 meter yang diduga digunakan pelaku untuk menghabisi korban.

“Kami juga akan memanggil keluarga korban yang diungsikan ke Ngawi untuk dimintai keterangan,” pungkas Kapolres.

Hingga berita ini disiarkan, keberadaan Yuni dan Sudarto yang keluar menggunakan sepeda motor Vario warna hitam masih belum diketahui dimana rimbanya. Polisi masih terus mengembangkan kasus ini. (ant/red)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*