Tolak Relokasi, Perpek-5 Tuntut Kepala Perdagkum dan Sekretaris Satpol PP Mundur

Sutrisno, Ketua Perpek-5 Ponorogo
Ponorogo, Pewarta – Puluhan pedagang yang tergabung dalam Perkumpulan Pedagang Kaki Lima (Perpek-5) Kabupaten Ponorogo, kembali meradang dan melakukan aksi turun jalan untuk menuntut keadilan, Rabu (31/1).

Hal ini dilakukan setelah mendengar rekan-rekannya sesama pedagang kaki lima yang biasa berjualan di sepanjang jalan Sultan Agung hendak di relokasi ke jalan Menur.

Oleh karenanya, seluruh anggota dan pengurus Perpek-5 Kabupaten Ponorogo melakukan unjuk rasa tersebut dengan membawa berbagai poster tuntutan ke Bupati, Perdagkum dan Satpol PP kabupaten Ponorogo.

“Kami semua pedagang kaki lima taat aturan, jika kami ditata juga siap, asalkan tidak direlokasi,” kata Sutrisno, selaku koordinator aksi.

Menurutnya, selama ini pedagang kaki lima di Ponorogo merasa dipermainkan terus oleh Pemkab Ponorogo. Pihaknya menolak direlokasi ke lokasi baru yakni di jalan Menur. Pasalnya, tempat relokasi yang disediakan oleh Perdagkum di jalan Menur tersebut tempatnya sepi dan fasilitasnya minim.

“Apapun alasannya, kami semua pedagang kaki lima menolak direlokasi ke lokasi baru. Di sana fasilitasnya minim dan sepi jika malam hari,” imbuh Sutrisno, yang juga merupakan Ketua Perpek-5 ini.

Selain itu, pedagang kaki lima menganggap Kepala Perdagkum dan Satpol PP Ponorogo terkesan memaksakan kehendak.

“Tidak ada pembicaraan sebelumnya dari Perdagkum dengan pedagang kaki lima. Ini yang kami sesalkan. Seakan kami rakyat kecil ini akan basmi secara perlahan,” sesalnya.

Oleh sebab itu, kata Sutrisno, jika Perdagkum dan Satpol PP Ponorogo, tetap arogan, Perpek-5 Kabupaten Ponorogo akan tetap melawannya, dan akan turun ke jalan lagi dengan massa yang lebih besar.

Selain menolak direlokasi, Perpek-5 juga menuntut agar Kepala Perdagkum dan Sekretaris Satpol PP untuk mundur dari jabatannya, agar Ponorogo ayem tentrem. Karena keberadaan mereka hanya membuat pedagang kaki lima di Ponorogo resah, merasa ditekan dan di kejar-kejar.

“Jika memang tidak bisa melindungi rakyat kecil seperti kami, Kepala Perdagkum dan Sekretaris Satpol PP Ponorogo mundur saja dari jabatannya. Kami ini manusia bukan hewan. Jadi jangan buat kami tidak tenang saat berjualan,” tandasnya, dengan nada tinggi. (jar)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*